Selasa, 06 Desember 2011

PATRIOT


Essay ini saya tulis saat akan mengikuti kegiatan LKKM Pra-TD  pada hari jumat, tanggal 25 november 2011  dan tepatnya di kos teman saya Yusrida pada pukul 16.00 WIB.  Selamat membaca 

Sebelum kita membahas tentang patriot, marilah kita ketahui terlebih dulu arti dari patriot. Patriot berawal dari kata patriotisme yang memiliki arti sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Sedangkan patriot sendiri memiliki arti pecinta dan pembela tanah air . Sebagai mahasiswa kita harus memiliki rasa patriot, karena kita adalah penerus bangsa yang bisa membuat perubahan. Mahasiswa dapat mengaplikasikan jiwa patriot dalam sikap prestatif, aktif, tanggap, kritis, dan visioner.  Prestatif yaitu seseorang yang memiliki ingin besar untuk maju dengan kata lain berambisi maju. Seorang mahasiswa yang memiliki sikap prestatif harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap apa yang dikerjakannya karena mahasiswa merupakan generasi bangsa yang dapat membawa indonesia menjadi lebih baik dan mampu bersaing di kancah internasional. Misalnya ketika seorang mahasiswa mengikuti perlombaan di luar negeri  maka mahasiswa tersebut memiliki rasa tanggung jawab untuk membawa nama baik negara.
Selain itu mahasiswa tersebut punya keyakinan pada dirinya tentang apa yang dikerjakannya dan yang paling penting yaitu punya obsesi untuk mencapai prestasi yang tinggi artinya dia punya keiginan yang kuat untuk memenagkan lomba itu dan membawa nama baik bangsa indonesia. Ciri –ciri mahasiswa yang memiliki sikap prestatif  yaitu memiliki percaya diri yang tinggi, berorientasi pada hasil yang dicapai, tanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, dan berorientasi ke masa depan sehingga memiliki pikiran jangka panjang. Tidak hanya prestatif, tetapi seorang mahasiswa harus memiliki sikap aktif yakni harus bisa menyampaikan pendapat yang nantinya akan berguna ketika kita terjun di dunia kerja. Tidak hanya itu jika kita menyampaikan pendapat kita mungkin pendapat kita akan digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang ada. Misalnya kita aktif mengikuti seminar ataupun aktif dalam organisasi. Aktif sendiri memiliki pengertian yakni giat, lebih banyak penerimaan daripada pengeluaran maksudnya apa yang kita dapat itu lebih banyak daripada apa yang kita keluarkan, mampu beraksi. Setelah aktif maka munculah sikap tanggap, yakni peka  terhadap lingkungan sekitar sehingga ketika terjadi perubahan lingkungan kita bisa langsung tanggap dan mampu beradaptasi pada lingkungan itu. Dengan sikap tanggap tersebut ketika terjadi suatu permasalahan di lingkungan sekitar, kita bisa memberikan solusi dari permasalahan itu. Kita bisa memberikan solusi dari permasalahan itu karena kita sebagai mahasiswa kritis. Sikap kritis merupakan salah satu upaya kita untuk menjalankan peran dan fungsi mahasiswa social control. Ada empat peran dan fungsi mahasiswa yaitu iron stock, agent of change, social control, dan moral force. Orang yang mampu berpikir secara kritis dapat membuat masalah yang mereka hadapi tentu akan semakin sederhana dan mudah dicari solusinya. Sehingga sebagai mahasiswa kita bisa membuat hidup kita lebih baik dan mampu menjalani suatu masalah sepelik apapun kita diminta untuk tetap berpikir kreatif dan inovatif sehingga tujuan program pembelajaranpun tercapai.
Ciri-ciri mahasiswa kritis yaitu; jika memberikan komentar dengan penuh pertimbangan, ketika salah atau keliru bersedia memperbaiki, dapat memahami dan menganalisa suatu masalah yang datang secara sistematis, selalu menyampaikan kebenaran walaupun itu berat, ketika menjadi saksi suatu masalah bersikap adil tanpa melihat siapapun itu. Keadilan ditegakkan dalam segala hal karena keadilan menimbulkan ketentraman,kemakmuran dan kebahagiaan. Ketidak adilan hanya akan mengakibatkan hal yang sebaliknya. Ketika kita sudah mampu menyelesaikan problem dengan baik maka seorang mahasiswa tersebut memiliki tanggung jawab terhadap keputusan yang mereka ambil. Tapi seringkali masih ada mahasiswa yang merasa sulit ,merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Dari penjelasan diatas muncul  peribahasa “lempar batu sembunyi tangan, oleh karena itu dia membiarkan orang lain menanggung beban tanggung jawabnya. Bisa juga diartikan sebagai seseorang yang lepas tanggung jawab, dan suka mencari “kambing hitam” untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari perbuatannya yang merugikan orang lain.  Visioner adalah mempunyai visi, mempunyai rencana ke depan, dan mempunyai cara yang jelas serta tepat untuk mencapainya.  
Rencana tersebut lalu dilaksanakan dengan baik dan benar.  Dengan kita menjadi seorang visioner, kita akan mempunyai semangat untuk selalu melakukan yang terbaik. Baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain. Sehingga juga akan menimbulkan sikap tanggung jawab yang tinggi untuk sebuah komitmen.

Selasa, 29 November 2011

Interpesonale Skill in Information System Departement



Mungkin orang awam atau jurusan lain mengira mata kuliah ini hanya sekedar senang-senang, ngrameni, dll. Tapi, kami disini justru diajarkan yang di semua jurusan tidak ada. Dalam mata kuliah ini kita diajarkan soft skill, mungkin dalam benak pembaca pasti bertanya-tanya, kenapa harus soft skill????. Akhir-akhir ini sering diberitakan di media massa, bahwa banyak lulusan S1 yang mengecewakan. Dalam artian secara IP mereka bagus-bagus, tapi ketika ditanya apa membedakan kamu dengan yang lain pasti mereka kebingungan menjawab. Dan mereka juga tidak punya soft skill yang bagus, sehingga kurang bisa memenuhi kebutuhan perusahaan. Mata kuliah ini terbagi menjadi dua yaitu : KI kelas dan KI lapangan. Dalam KI kelas, kami diajarkan lebih ke individu. Misalnya, kita diajarkan ketika harus berhadapan dengan orang lain, presentasi, menulis, dan bahkan penampilan. Misalnya, suatu ketika kita berhadapan dengan clien dengan penampilan yang acak-acakan. Bisa saja jika mereka ilfeel dengan kita, perjanjian kontrak bisa dibatalkan.

                Tidak hanya itu, dalam KI lapangan kami diajarkan bagaimana bekerjasama dalam tim, bagaimana kita jika beradaptasi dengan lingkungan yang baru, dan masih banyak lagi . Dan yang menarik dalam mata kuliah ini, pembelajaran kita melalui games sehingga kita tidak merasa bosan atau jenuh. Kedisiplinan pun diajarkan juga melalui permainan. Ketika kita terlambat, kita mendapat hadiah untuk naik keatas panggung. Nah, disitu kami nanti menghibur teman-teman yang lain entah itu joget, nyanyi, atau yang lain yang bisa menumbuhkan sikap percaya diri dari anak tersebut. Dari contoh kecil saja pembelajaran yang kita ambil sudah banyak. Dalam mata kuliah ini kita lebih sering berbicara di depan umum, mengasah kreativitas, sehingga kemampuan setiap anak bisa keluar disini. Dan yang menari lagi, setiap habis games ada refleksi, dan kita membuat pembelajaran tentang games tadi. Sehingga, mata kuliah ini bisa diterapkan oleh setiap anak. Tolak ukur dari mata kuliah ini bisa dilihat ketika talent show, di situ bisa dilihat kekompakan tim, kreativitas, percaya diri dari tiap anak, dll. Jika dalam hal ini bagus, maka dalam tim tersebut benar-benar menerapkan pembelajaran yang lalu. Dari penjelasan diatas mungkin pembaca penasaran dengan mata kuliah ini, anda dapat mengunjungi facebook kami dengan nama interpesonale.

Jika Aku Menjadi Presiden



Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang ada di Indonesia. Presiden sebagai kepala pemerintahan, Presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet, memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah sehari-hari.. Jika aku menjadi presiden aku akan menjadi pemimpin yang tegas sehingga disegani semua orang dan mungkin tidak ada bawahan yang korupsi karena jika terbukti korupsi dihukum sesuai dengan peraturan yang ada. Selama ini jika ada pejabat yang korupsi, hukum yang ada tidak diterapkan dengan baik. Sehingga  koruptor tidak jera dan bahkan makin banyak koruptor di Indonesia. Yang kedua , menjadi presiden yang pemikir dan solutif  sehingga setiap masalah bisa diselesaikan dengan solusi-solusi yang ada. Dan bisa juga dengan diskusi terbuka dari semua kalangan sehingga pesan dari masyarakat bisa tersampaikan dan masalah bisa terselesaikan. Ketika pengambilan keputusan penting pun  tidak asal-asalan. Mementingkan kepentingan rakyat dan negara diatas segalanya.
Memperjelas kurikulum pendidikan, sehingga tiap tahun tidak gonta-ganti sehingga kualitas pendidikan di Indonesia berkembang. Menghargai orang pintar sehingga ketika para generasi muda ditawari kerja di luar negeri mereka lebih milih disini. Menjalin hubungan diplomasi yang baik dengan negara lain, sehingga ketika kita kerjasama dengan mereka, bisa berjalan dengan baik tanpa ada konflik maka  hubungan diplomasi pun baik. Jika jadi presiden harus siap di kritik, dicaci maki, dan harus kuat mental.  Menjadi presiden yang dapat mengemban amanah yang diberikan, sehingga tidak hanya mencari keuntungan pribadi semata.

Minggu, 13 November 2011

Alangkah Lucunya Negeri Ini


Ini termasuk salah satu film komedi Indonesia yang dirilis tahun 2010 oleh Deddy Mizwar, namun saya baru melihat film ini ketika mata kuliah Interpersonale. Film ini sangat bagus dan bisa dilihat dari berbagai aspek yaitu: politik, sosial, budaya, pendidikan, dan agama. Film ini diperankan oleh Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia, dan Teuku Edwin.
Semenjak lulus S1 management, hampir dua tahun Muluk jadi pengangguran. Ia tak pernah putus asa untuk mencari pekerjaan. Tekanan sosial dari H Makbul dan dan H Sarbini pun terlontar, yaitu seperti kewajiban bekerja  adalah hal lumprah. Begitu pula dengan banyaknya pengangguran dari berbagai level pendidikan. Maka nmuncul komentar dari slah satu seorang tokoh yang bernama Satir : “Pendidikan itu penting. Karena berpendidikan, maka kita tahu bahwa pendidikan itu tidak penting!”.  Pengangguran dan kemiskinan terlihat saat Syamsul yang hobi main kartu di pos ronda dan Pipit yang suka mengikuti kuis  di televisi.

Setelah pertemuannya dengan salah satu pencopet bernama Komet, Ia pun menemukan pekerjaan. Disinilah persoalan agama mulai terlihat ketika Muluk mulai mengumpulkan 10% dari hasil copet untuk ditabung dan diputar. Disini puncak dari konflik mulai terjadi karena hal tersebut menimbulkan kontroversi, karena uang tersebut haram. 

Sisi politik terlihat di tengah-tengah dan di akhir cerita. Misalnya ketika para pencopet diajak study tour di depan gedung DPR, dan salah satu dari mereka nyeletuk, “ Mereka nyopetnya gimana ya? . Kemudian Jupri yang menjadi calon aggota DPR  mendekati putri H Sarbini dengan menunjukkan sreensaver dari laptopnya. Di akhir cerita terdapat pernyataan Syamsul dengan teriak-teriak membandingkan koruptor dan pencopet amatir. Saat itu juga Jupri menghampiri dan memeberi kaos bergambar dirinya. Disini terlihat bahwa calon wakil rakyat tetapi untuk kepentingan pribadinya sendiri. Yang paling menggetarkan hati dan meneteskan air mata yaitu, ketika para pencopet tau pancasila, undang-undang, sholat,  hingga  mengibarkan bendera dengan menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Helen Keller


ia lahir normal layaknya anak-anak lainnya pada tahun 1880 di Alabama. Ketika usianya 19 bulan Helen terkena penyakit panas tinggi namun hal tersebut mengakibatkan buta dan tuli pada gadis kecil itu. Dia menjadi anak yang susah diatur bisa di katakan liar, karena faktor penyakitnya itu. Pada usia 7 tahun akhirnya orang tuanya memutuskan untuk mencari guru pribadi, kemudian orang tuanya mempercayakan pada Anne Sullivan. Anne mengajari helen dengan sangat sabar, ia memegang tangan helen di bawah air, dengan menggunakan bahasa isyarat ia mengucapkan A-I-R hal tersebut dilakukan berkali-kali. Anne mengajarinya membaca dengan huruf  braille, dia juga diajari berbicara lewat gerakan mulut sehingga ia berkata “Hal terbaik dan terindah yang tidak dilihat atau disentuh oleh dunia adalah hal yang dirasakan di dalam hati”. Ia juga belajar bahasa Prancis, Jerman, Yunani, dan Latin lewat Braille. Anne dengan sabar menemani hellen membacakan buku pelajaran lewat tangan helen dalam huruf Braille. Ia berhasil lulus kuliah 4 tahun di Radcliffe College, cabang Universitas Havard dengan predikat magna cum laude. Ia merupakan dosen dan penulis. Buku-buku karyanya ditermahkan dalam 50 bahasa dan ditulis dengan huruf  braille dan biasa. Ia berkeliling ke negara-negara untuk berbicara dengan presiden. Yang terakhir ia mendirikan American Foundation for the Blind dan American Foundation for the Overseas Blind.